10 July 2013

Aku Seorang Penggemar FOSS

Namaku Utian, laki-laki, 30 tahun. Pekerjaanku system administrator yang merangkap network engineer. Aku sudah pakai Linux sekitar 6 tahun. Linux kupasang di mana-mana, desktop, laptop, desktop router di rumah, dan server-server bisnis di kantor.

Unduh surel kupakai Thunderbird, menulis dokumen kupakai LibreOffice, dengar lagu kupakai Audacious, nonton video kupakai SMPlayer. Server-server kantor beroperasi dengan Debian. Di atasnya berjalan layanan yang disediakan oleh Apache dan MySQL. Kalau perlu virtualisasi kugunakan Proxmox VE. Firewall, pakai Vyatta.

Karena alasan tertentu, misal di warnet, aku terpaksa pakai Windows. Tapi untuk browsing aku akan tetap gunakan Firefox dan saat harus me-remote ke server-server kantor akan kugunakan PuTTY.

Semua software yang kusebut di atas (kecuali Windows) adalah software yang termasuk dalam kelompok software berlisensi FOSS (Free and Open Source Software), piranti lunak bebas dan sumber terbuka. Selain yang kusebut di atas, masih banyak FOSS lainnya yang juga rutin kupakai. Semua FOSS itu secara nyata telah membantuku menikmati hiburan serta membantuku dan kantorku menghasilkan uang.

Alasan utama kupakai FOSS sederhana, karena gratis. Alasan lainnya adalah alasan popular yang banyak disebutkan oleh orang-orang seperti performa lebih baik, lebih aman, lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, mendukung skalabilitas dan lain-lain.

Semua "manfaat baik" FOSS kuterima dengan perasaan bahagia. Ini adalah hadiah karena aku sudah menentukan pilihan yang tepat yaitu memakai FOSS. Sekarang, Aku hanya perlu melanjutkan perjalanan hidupku. Aku rasa hal lainnya tentang FOSS bukan urusanku.

Aku tak perlu tahu siapa pencipta FOSS yang aku pakai dan bagaimana proses FOSS tersebut diciptakan. Aku tak tertarik pembuatan FOSS karena aku bukan programmer. Aku tak peduli bagaimana FOSS ini tetap berproduksi sehingga produk-produknya selalu bisa kupakai. Bukan urusanku berapa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi FOSS agar bisa terus dirilis sampai dapat kugunakan dengan gratis.

Sekalipun tak pernah kupakai istilah GNU, tapi dapat kupastikan bahwa aku seorang penggemar FOSS.

Kontribusi dapat merujuk kepada: donasi, berbagi, pembayaran, publikasi...

09 July 2013

Sysadmin Keren Nggak Gini

Twit @utianayuba 10 Mei 2013 14:05 s.d. 14:33 WIB
dari pengalaman pribadi dan obrolan dgn teman2 mengenai profesi sysadmin (termasuk netadmin), bnyk sysadmin yg salah menjalankan profesinya
jd secara pribadi, saya merasa terpanggil untuk ngasih tips tentang apa saja yang seharusnya nggak dilakukan agar menjadi sysadmin keren :D
mungkin tips ini berguna buat adik2 yang mau berprofesi sebagai sysadmin. tipsnya akan saya beri tanda . siap?
foto sm server/perangkat jaringan diupload ke fb. berfotolah dgn manusia lainny, pasangan lawan jenis, keluarga, sahabat
datang masuk kantor jam 8 pagi pulang jam 5 sore. kantor bisa juga jadi rumah lu. data center bisa jadi kamar tidur lu.
menolak ajakan makan malam dengan raisa karena harus ngerimping kabel utp cat6.
makan pop mie setiap pagi, siang, malam dan nggak 1 hari cuma minum air putih 1 cangkir.
terkunci di dalam data center lebih dari 2 x 24 jam kecuali sudah lapor pak rt.
musuhan sama satpam. satpam bisa jadi teman ngobrol tengah malam.
tidur lebih sebentar dibanding tidurnya server atau jaringan produksi.
harus jago pake cli tapi harus jago pake google.
telanjang atasan/bawahan/keduanya di data center. dingin sob.
terakhir, boleh durhaka sama orang tua.
demikian tips yang seharusnya nggak dilakukan agar jadi sysadmin keren. ingat, kebenaran itu datangnya dari Allah SWT. jangan percaya saya.

Linux Setan

Cerita ini beredar sekitar pertengahan tahun 2002 saat saya masih kuliah. Cerita ini cukup populer di kalangan mahasiswa yang rajin nongkrong di kantin.

Ceritanya begini. Saat itu tengah malem. Di sebuah kost-an yang konon katanya angker, seorang mahasiswi akuntansi sedang coba mengerjakan tugas kuliahnya. Mahasiswi itu menemukan beberapa kejadian aneh.

Saat dia mencoba mencetak laporan, pencetak tidak bergerak sama sekali. Klik dua kali ikon di destop juga tidak mengeluarkan hasil apa-apa. Pointer mouse kadang muncul kadang hilang. Berharap ada sahabat yang menolongnya, diapun mencoba "update status" galau di friendster, namun modem tidak dapat tersambung ke internet.

Mahasiswi ini mulai berkeringat. Jantungnya berdetak lebih keras. Matanya menatap penuh kewaspadaan. Kemudian, dia berdiri dan mundur beberapa langkah dari laptop yang dia pakai.

Sambil gemetar dia berteriak keras: "LINUX SETAAAAAAAAAAANN !!!"

21 June 2010

Unduh Lagi KOMPAS ePaper dengan Skrip BASH

Saya belum tahu hukum melakukan ini, tapi inilah cerita saya.

Sekitar pertengahan 2009 lalu saat KOMPAS, koran harian favorit saya, memutuskan ePapernya mengganti teknologi dari yang bisa dibaca menggunakan semua peramban web dengan Java Script menjadi hanya bisa dibaca menggunakan peramban web yang terpasang Microsoft Silverlight (artinya hanya sempurna dibaca oleh sistem operasi Microsoft Windows), hal itu juga berpengaruh pada skrip BASH favorit saya hasil kreasi Sugeng Doyle untuk mengunduh halaman-halaman ePaper KOMPAS, tidak dapat bekerja lagi.

Awal tahun 2010, entah dengan motif apa, KOMPAS berubah pikiran dengan kembali menyediakan kembali layanan alternatif membaca dengan peramban web dengan Java Script aktif sehingga dengan senangnya saya dapat kembali menggunakan skrip BASH favorit saya itu untuk kembali mengunduh KOMPAS ePaper. Namun, menjelang akhir Februari 2010 skrip tersebut tidak dapat bekerja lagi. Saya tidak paham benar alasan tidak bekerjanya skrip tersebut dan saya juga tidak pernah mencari tahu agar skrip tersebut dapat kembali bekerja paling tidak sampai pagi ini. Setelah menjelajah beberapa halaman di internet saya menjadi tahu bahwa ternyata halaman KOMPAS ePaper berupa gambar .jpg dapat dibuka atau diunduh langsung menggunakan peramban web ataupun pengelola unduhan. Contoh dapat anda lihat pada tangkapapan layar dengan tautan di bawah ini:

Tautan:
http://images.cdn.realviewdigital.com/rvimageserver/Kompas/Kompas/21-Jun-2010/page0000001.jpg
Dari itu saya simpulkan bahwa seharusnya semua halaman bisa diunduh kembali menggunakan skrip BASH kreasi Sugeng Doyle dengan memodifikasinya sedikit. Dan setelah saya jalankan, ternyata berhasil dan saya kembali senang karena dapat kembali mengunduh koran harian favorit saya dan membacanya saat ada waktu yang pas untuk membaca.

Berikut skrip BASH yang saya modifikasi dari KOMPAS ePaper Downloader kreasi Sugeng Doyle. Anda juga dapat mengunduh skrip tersebut di sini (kompas-today.sh 1108 bytes) dan melihat video contoh menggunakannya di sini (kompas-today.ogg 7,1 MB). Semoga tidak melanggar hukum dan semoga bermanfaat.

#!/bin/bash

# KOMPAS ePaper Downloader
# Created by Sugeng Doyle, Modified by Utian Ayuba

# Now, it's just download today's KOMPAS ePaper .jpg direct link

# Today's Date
TGL=`date +%d-%b-%Y`

# Make a directory based on today's date
mkdir -p $TGL

# Major URL
URL="http://images.cdn.realviewdigital.com/rvimageserver/Kompas/Kompas/"

# Download first page
echo "Downloading first page of KOMPAS ePaper date $TGL..."
wget -nvc -P $TGL $URL$TGL"/page0000001.jpg"

# Open first page using firefox
echo "Opening first page using Mozilla Firefox..."
firefox $TGL"/page0000001.jpg" &

# Input the numbers of page
echo -n "Please check the numbers of page on the first page and input here: "
read PAGE

# Download from second page
echo "Downloading KOMPAS ePaper date $TGL from page #2 until page #$PAGE..."
CHAP=2

until [ $CHAP -gt $PAGE ]; do
if [ ${#CHAP} == 1 ]; then
CH="00"$CHAP
else if [ ${#CHAP} == 2 ]; then
CH="0"$CHAP
else CH=$CHAP
fi
fi

wget -nvc -P $TGL $URL$TGL"/""page0000"$CH".jpg"
let CHAP+=1
done

echo "Download completed. The KOMPAS ePaper is save to $TGL directory."

exit;

06 December 2009

Linux Bluetooth DialUp Networking

Tujuan :
Menjalankan internet dialup dengan konektivitas bluetooth dari notebook ke modem ponsel.

Peralatan:
Sistem Operasi : BlankOn Nanggar - Ubuntu Karmic Rebranded.
Ponsel : Nokia 6275i CDMA.
Adapter Bluetooth : Bus 003 Device 002: ID 03f0:171d Hewlett-Packard Wireless (Bluetooth + WLAN) Interface [Integrated Module] (Notebook Compaq Presario CQ20-410TU).

Langkah-langkah :
A. Memasangkan Notebook dengan Ponsel

1. Mengaktifkan adapter bluetooth di notebook. Tekan tombol WLAN/Bluetooth, akan muncul icon Wireless Network dan Bluetooth di panel.


2. Mengaktifkan adapter bluetooth di ponsel. Menu - Settings - Connectivity - Bluetooth - Bluetooth - On.

3. Klik kanan di icon bluetooth pada panel, pilih preferences. Isi "Friendly name" dengan nama notebook yang akan dikenali oleh ponsel, misal : truman. Kemudian klik "Set up new device...".


4. Klik "Forward" pada jendela Introduction.


5. Memilih ponsel yang akan dipasangkan. dalam gambar contoh adalah Nokia 6275i CDMA yang sudah diberi nama Audrey dan klik "Forward".


6. Pada ponsel, pilih "ACCEPT" jika ada pertanyaan "Pair with truman (notebook)?" dan masukan angka yang muncul di monitor sebagai passcode entry pada ponsel.


7. Jika benar memasukan pin/passcode, maka akan muncul jendela "Setup Completed". Klik "Close".


B. Konfigurasi rfcomm

1. Mencari informasi alamat mac dan nomor kanal layanan dialup di ponsel :

$ sdptool search DUN

2. Kaitkan kanal rfcomm

$ sudo rfcomm bind 0 alamat-mac-ponsel kanal-rfcomm-ponsel

Catatan : Jika ingin melepas : $ rfcomm release 0

3. Edit file rfcomm.conf agar pengkaitan kanal rfcomm permanen:

$ gksudo gedit /etc/bluetooth/rfcomm.conf

rfcomm0 {
# Automatically bind the device at startup
bind yes;

# Bluetooth address of the device
device [alamat-mac-ponsel];

# RFCOMM channel for the connection
channel [nomor kanal biasanya 1];

# Description of the connection
comment "Koneksi PPP Bluetooth";
}

4. Restart layanan Bluetooth :

$ sudo /etc/init.d/bluetooth restart

C. DialUp PPP dengan GNOME PPP

1. Pastika user yang akan menjalankan GNOME PPP memiliki wewenang untuk terhubung ke Internet menggunakan modem.
System -> Administration -> Users and Groups
(Catatan: Logout dan login kembali setelah memasang kewenangan)


2. Buka GNOME PPP di menu Applications -> Internet dan klik Setup


3. Isi baris device dengan /dev/rfcomm0 kemudian tutup


4. Masukan username, password dan nomor dialup sesuai dengan penyedia jaringan ponsel yang digunakan kemudian klik Connect


5. Jika isian nomor 4 benar, koneksi akan terbentuk dan kita dapat berselancar ke Internet.