Monday, June 21, 2010

Unduh Lagi KOMPAS ePaper dengan Skrip BASH

Saya belum tahu hukum melakukan ini, tapi inilah cerita saya.

Sekitar pertengahan 2009 lalu saat KOMPAS, koran harian favorit saya, memutuskan ePapernya mengganti teknologi dari yang bisa dibaca menggunakan semua peramban web dengan Java Script menjadi hanya bisa dibaca menggunakan peramban web yang terpasang Microsoft Silverlight (artinya hanya sempurna dibaca oleh sistem operasi Microsoft Windows), hal itu juga berpengaruh pada skrip BASH favorit saya hasil kreasi Sugeng Doyle untuk mengunduh halaman-halaman ePaper KOMPAS, tidak dapat bekerja lagi.

Awal tahun 2010, entah dengan motif apa, KOMPAS berubah pikiran dengan kembali menyediakan kembali layanan alternatif membaca dengan peramban web dengan Java Script aktif sehingga dengan senangnya saya dapat kembali menggunakan skrip BASH favorit saya itu untuk kembali mengunduh KOMPAS ePaper. Namun, menjelang akhir Februari 2010 skrip tersebut tidak dapat bekerja lagi. Saya tidak paham benar alasan tidak bekerjanya skrip tersebut dan saya juga tidak pernah mencari tahu agar skrip tersebut dapat kembali bekerja paling tidak sampai pagi ini. Setelah menjelajah beberapa halaman di internet saya menjadi tahu bahwa ternyata halaman KOMPAS ePaper berupa gambar .jpg dapat dibuka atau diunduh langsung menggunakan peramban web ataupun pengelola unduhan. Contoh dapat anda lihat pada tangkapapan layar dengan tautan di bawah ini:

Tautan:
http://images.cdn.realviewdigital.com/rvimageserver/Kompas/Kompas/21-Jun-2010/page0000001.jpg
Dari itu saya simpulkan bahwa seharusnya semua halaman bisa diunduh kembali menggunakan skrip BASH kreasi Sugeng Doyle dengan memodifikasinya sedikit. Dan setelah saya jalankan, ternyata berhasil dan saya kembali senang karena dapat kembali mengunduh koran harian favorit saya dan membacanya saat ada waktu yang pas untuk membaca.

Berikut skrip BASH yang saya modifikasi dari KOMPAS ePaper Downloader kreasi Sugeng Doyle. Anda juga dapat mengunduh skrip tersebut di sini (kompas-today.sh 1108 bytes) dan melihat video contoh menggunakannya di sini (kompas-today.ogg 7,1 MB). Semoga tidak melanggar hukum dan semoga bermanfaat.

#!/bin/bash

# KOMPAS ePaper Downloader
# Created by Sugeng Doyle, Modified by Utian Ayuba

# Now, it's just download today's KOMPAS ePaper .jpg direct link

# Today's Date
TGL=`date +%d-%b-%Y`

# Make a directory based on today's date
mkdir -p $TGL

# Major URL
URL="http://images.cdn.realviewdigital.com/rvimageserver/Kompas/Kompas/"

# Download first page
echo "Downloading first page of KOMPAS ePaper date $TGL..."
wget -nvc -P $TGL $URL$TGL"/page0000001.jpg"

# Open first page using firefox
echo "Opening first page using Mozilla Firefox..."
firefox $TGL"/page0000001.jpg" &

# Input the numbers of page
echo -n "Please check the numbers of page on the first page and input here: "
read PAGE

# Download from second page
echo "Downloading KOMPAS ePaper date $TGL from page #2 until page #$PAGE..."
CHAP=2

until [ $CHAP -gt $PAGE ]; do
if [ ${#CHAP} == 1 ]; then
CH="00"$CHAP
else if [ ${#CHAP} == 2 ]; then
CH="0"$CHAP
else CH=$CHAP
fi
fi

wget -nvc -P $TGL $URL$TGL"/""page0000"$CH".jpg"
let CHAP+=1
done

echo "Download completed. The KOMPAS ePaper is save to $TGL directory."

exit;

Sunday, December 6, 2009

Linux Bluetooth DialUp Networking

Tujuan :
Menjalankan internet dialup dengan konektivitas bluetooth dari notebook ke modem ponsel.

Peralatan:
Sistem Operasi : BlankOn Nanggar - Ubuntu Karmic Rebranded.
Ponsel : Nokia 6275i CDMA.
Adapter Bluetooth : Bus 003 Device 002: ID 03f0:171d Hewlett-Packard Wireless (Bluetooth + WLAN) Interface [Integrated Module] (Notebook Compaq Presario CQ20-410TU).

Langkah-langkah :
A. Memasangkan Notebook dengan Ponsel

1. Mengaktifkan adapter bluetooth di notebook. Tekan tombol WLAN/Bluetooth, akan muncul icon Wireless Network dan Bluetooth di panel.


2. Mengaktifkan adapter bluetooth di ponsel. Menu - Settings - Connectivity - Bluetooth - Bluetooth - On.

3. Klik kanan di icon bluetooth pada panel, pilih preferences. Isi "Friendly name" dengan nama notebook yang akan dikenali oleh ponsel, misal : truman. Kemudian klik "Set up new device...".


4. Klik "Forward" pada jendela Introduction.


5. Memilih ponsel yang akan dipasangkan. dalam gambar contoh adalah Nokia 6275i CDMA yang sudah diberi nama Audrey dan klik "Forward".


6. Pada ponsel, pilih "ACCEPT" jika ada pertanyaan "Pair with truman (notebook)?" dan masukan angka yang muncul di monitor sebagai passcode entry pada ponsel.


7. Jika benar memasukan pin/passcode, maka akan muncul jendela "Setup Completed". Klik "Close".


B. Konfigurasi rfcomm

1. Mencari informasi alamat mac dan nomor kanal layanan dialup di ponsel :

$ sdptool search DUN

2. Kaitkan kanal rfcomm

$ sudo rfcomm bind 0 alamat-mac-ponsel kanal-rfcomm-ponsel

Catatan : Jika ingin melepas : $ rfcomm release 0

3. Edit file rfcomm.conf agar pengkaitan kanal rfcomm permanen:

$ gksudo gedit /etc/bluetooth/rfcomm.conf

rfcomm0 {
# Automatically bind the device at startup
bind yes;

# Bluetooth address of the device
device [alamat-mac-ponsel];

# RFCOMM channel for the connection
channel [nomor kanal biasanya 1];

# Description of the connection
comment "Koneksi PPP Bluetooth";
}

4. Restart layanan Bluetooth :

$ sudo /etc/init.d/bluetooth restart

C. DialUp PPP dengan GNOME PPP

1. Pastika user yang akan menjalankan GNOME PPP memiliki wewenang untuk terhubung ke Internet menggunakan modem.
System -> Administration -> Users and Groups
(Catatan: Logout dan login kembali setelah memasang kewenangan)


2. Buka GNOME PPP di menu Applications -> Internet dan klik Setup


3. Isi baris device dengan /dev/rfcomm0 kemudian tutup


4. Masukan username, password dan nomor dialup sesuai dengan penyedia jaringan ponsel yang digunakan kemudian klik Connect


5. Jika isian nomor 4 benar, koneksi akan terbentuk dan kita dapat berselancar ke Internet.



Monday, March 16, 2009

Instalasi Driver D-Link DWL-G122 di RHEL 5.3

Awalnya adalah ketika saya berniat menggunakan adapater wireless USB untuk menggantikan kabel UTP yang menghubungkan desktop saya dengan wireless access point di rumah. Saya gunakan D-Link DWL-G122 yang sudah agak lama saya beli di salah satu toko komputer di Dusit Orion. Langsung saja saya tancapkan adapter tersebut ke desktop yang sedang menjalankan Ubuntu 8.04 LTS. Ding... ketika klik NetworkManager di Ubuntu langsung menunjukkan SSID access point rumah. Saya coba asosiasikan desktop saya dengan SSID rumah dan pasang IP statik, dan berhasil. Desktop saya bisa berkomunikasi dengan desktop lain yang terhubung ke access point wireless LAN rumah. Dan desktop lain juga bisa terhubung ke Internet lewat desktop saya yang juga saya fungsikan sebagai gateway.

Namun tidak lebih dari 10 menit, tiba-tiba sistem Ubuntu menjadi lambat merespon instruksi yang saya minta. Malah beberapa saat hang. Saya cabut adapter wireless USB dan saya gunakan kembali kabel UTP ke access point, Ubuntu berjalan normal. Entah misteri apa yang terjadi antara Ubuntu 8.04 LTS dengan adapter wireless USB D-Link DWL-G122 sehingga sistem Ubuntu tidak berjalan normal jika adapter wireless tersebut ditancapkan dan beroperasi.

Tetap dengan keinginan agar penggunaan adapter wireless USB berjalan lancar saya reboot desktop dan jalankan RHEL 5.3 yang memang sudah terinstal juga. Namun setelah saya identifikasi ternyata kernel 2.6.18 yang digunakan di RHEL 5.3 belum "mengandung" driver adapter wireless USB D-Link DWL-G122.

Tidak berhenti di situ dan dengan harapan sistem RHEL mampu mengoperasikan adapter wireless yang saya miliki dengan normal, saya mulai menjelajah web untuk mencari driver adapter wireless tersebut di situs resmi vendor-nya.

Syukurlah tersedia kode sumber driver untuk Linux dan mulailah saya instal driver tersebut. Ini urutan yang saya lakukan :
  1. Unduh driver adapter wireless USB D-Link DWL-G122 untuk Linux (282,1 KB) di sini.
  2. Ekstrak file tersebut : $ tar -xvzf G122_Linux_Driver.tar.gz
  3. Masuk ke direktori hasil ekstrak : $ cd RT73_Linux_STA_Drv_1.0.2.0/Module
  4. Salin konfigurasi kompilasi untuk kernel 2.6 menjadi konfigurasi yang akan digunakan : $ cp Makefile.6 ./Makefile
  5. Login sebagai root : $ su
  6. Kompile driver : # make all
  7. Buat direktori /etc/Wireless/RT73STA/ : # mkdir /etc/Wireless/RT73STA/
  8. Salin firmware ke direktori di atas : # cp rt73.bin /etc/Wireless/RT73STA/
  9. Ubah format teks file konfigurasi wireless adapter : # dos2unix rt73sta.dat
  10. Salin file konfigurasi adapter ke direktori yang sama : # cp rt73sta.dat /etc/Wireless/RT73STA/
  11. Muat driver ke dalam kernel : # insmod rt73.ko.
Sampai sini jika tidak muncul pesan kesalahan, kemungkinan besar driver berhasil dimuat ke dalam kernel.
  1. Untuk menguji, aktifkan sekaligus pasang ip interface adapter wireless : # ifconfig rausb0 192.168.1.201 netmask 255.255.255.0 up (silahkan sesuaikan dengan konfigurasi IP di jaringan anda)
  2. Asosiasi adapter wireless ke SSID access point : # iwconfig rausb0 "Rumah_Mika" (sesuaikan juga nama SSID access point anda)
  3. Agar konfigurasi adapter wireless dimuat otomatis saat boot, edit file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-rausb0 atau gunakan system-config-network dan konfigurasikan sesuai kebutuhan.
Sekarang saya bisa berasosiasi dengan access-point dan sejauh ini pada sistem RHEL tidak terjadi masalah hang seperti yang terjadi pada Ubuntu.

Saturday, March 29, 2008

Remastering Ubuntu 7.10 dan Freelib

Tool remastering yang saya gunakan untuk mempaketkan aplikasi freelib ke dalam Ubuntu 7.10 adalah 'remastersys'. Sebetulnya ini paket dari Linux Mint 4.0. Saya gunakan ini agar lebih mudah menambahkan paket program di luar repository atau file/folder lainnya yang ingin kita tambahkan.

Beberapa 'bugs' yang saya temukan pada hasil remastering Ubuntu 7.10 dengan remastersys diantaranya adalah tidak jarang aplikasi ubiquity (wizard instalasi pada Live CD) tidak berjalan saat Live CD menjalankan Live Desktop secara penuh. Kemudian yang sampai sekarang saya belum tau penyebabnya yaitu user pada proses wizard instalasi tidak berhasil ter-create pada hasil instalasi. Makanya saya gunakan saja opsi 'backup' pada remastersys kemudian dengan lisan menyarankan user untuk membuat user baru setelah instalasi jika tidak ingin menggunakan user default (username : freelib) :-[ .

Berikut langkah-langkah yang saya lakukan :

1. Persiapan :
a. Komputer dengan RAM >= 384MB, Partisi Harddisk ±5GB
b. CD Live Ubuntu 7.10 Desktop dan Minibuntu 7.10
c. Aplikasi freelib (didalam folder freelib)
d. Koneksi ke Internet


2. Saya instal fresh Ubuntu 7.10 Desktop dengan konfigurasi :
sudo username : freelib, password : freelib
root password : root

3. Dengan menggunakan synaptic, saya remove beberapa aplikasi agar nanti hasil remasteringnya setelah ditambahkan bermacam aplikasi tetap muat di dalam CD (maksimal 700MB).
Tips: Aplikasi yang diremove adalah aplikasi hasil terkaan saya saja yang kira-kira tidak 'urgen' digunakan, aplikasi yang bukan depedencies bagi aplikasi urgen lainnya, dan aplikasi yang fungsinya sudah tercover oleh aplikasi lainnya. Aplikasi yang saya remove pada remastering kemarin adalah :

cdrdao, wodim, diveintopython, ed, nano, bogofilter, bluetooth, evolution, gnome-pilot, ekiga, eog, f-spot, gnome-games, serpentine, vino, fortunes, gimp, xsane, bittorrent, tomboy, openoffice.org-thesaurus

4. Saya tambahkan source repository pada /etc/apt/sources.list seperti di bawah ini, kemudian synaptic saya reload.

# repository ubuntu dan updates
deb ftp://ubuntu.indika.net.id/ubuntu/ gutsy main universe restricted multiverse
deb ftp://ubuntu.indika.net.id/ubuntu/ gutsy-security universe main multiverse restricted
deb ftp://ubuntu.indika.net.id/ubuntu/ gutsy-updates universe main multiverse restricted
deb ftp://ubuntu.indika.net.id/ubuntu/ gutsy-proposed universe main multiverse restricted
deb ftp://ubuntu.indika.net.id/ubuntu/ gutsy-backports universe main multiverse restricted

# gambas 2
deb http://azores.linex.org/gambas-other/ gutsy main
deb http://xoomer.alice.it/pixel gutsy gambas

# remastersys
deb http://www.linuxmint.com/repository romeo/


5. Saya upgrade semua aplikasi dan instal beberapa aplikasi.
Tips : Aplikasi yang saya instal juga secukupnya (supaya tetap muat di dalam CD) yaitu yang saya anggap 'urgen' saja. Aplikasi yang saya instal pada remastering kemarin adalah :

gambas2, apache2, mysql-server, phpmyadmin, samba, nfs, proprietary audio+video format codecs, compizconfig, gparted, rar, unrar, remastersys.

*Kalau tidak salah, saat instalasi mysql-server dan phpmyadmin, akan ditanya versi apache yang digunakan dan root password untuk database mysql. Kemarin, mysql root passwordnya adalah root.
**Untuk menghemat bandwidth, sebelum upgrade dan install paket, copykan saja paket-paket .deb dari sistem ubuntu 7.10 terupdate yang lain ke dalam cache apt di /var/cache/apt.
***Atau bisa juga klo tidak mau pake internet tapi yakin paket-paket .debnya sudah ada semua dan cukup terupdate, buat sendiri saja repository lokal di dalam harddisk. (Ini hanya untuk tingkat lanjut :-) )

6. Supaya juga menghemat kapasitas hasil remastering, saya hapus paket-paket yang terdownload di dalam cache apt setelah saya backup (backup bisa bermanfaat untuk keperluan ** atau ***)

7. Saya copy folder freelib ke direktori /opt kemudian saya ubah izinnya ke 755
$ sudo cp -r /media/partisi4/freelib /opt/
$ sudo chmod -R 755 /opt/freelib

8. Saya buat shortcut (symbolic link) freelib di /home/freelib/ (supaya user nggak bingung nyarinya :-D )
$ ln -s /opt/freelib /home/freelib/freelib

9. Saya buat shotcut phpmyadmin di root direktori web apache2 (supaya phpmyadmin bisa diakses langsung dari browser http://localhost/phpmyadmin)
$ sudo ln -s /usr/share/phpmyadmin /var/www/phpmyadmin

10. Saya mulai proses remastering dengan metode backup
$ sudo remastersys backup custom.iso

Ketika diminta memasukan CD basis Ubuntu, saya masukan CD Minibuntu 7.10 (karena kapasitasnya lebih kecil dibanding Ubuntu 7.10 Desktop).
Hasil remastering dalam bentuk file iso (custom.iso) akan berada di direktori /home/remastersys.
Jika kita menginginkan hasil remastering muat di dalam CD sementara hasil dari proses remastering >700 MB, maka kita ulangi step 3 (meremove aplikasi lainnya) dan step 10.
Untuk menghapus direktori remastersys, gunakan perintah $ sudo remastersys clean

Semoga membantu :-)

--
Utian Ayuba

Thursday, March 27, 2008

Kampanye Menuju Indonesia Merdeka !! ;)

Post ini adalah balasan saya terhadap email yang memandang keliru Linux yang banyak beredar di beberapa milis.

Kampanye Menuju Indonesia Merdeka !!
KAMPANYE PEREDARAN SISTEM OPERASI SEHAT, KUAT, AMAN, MURAH, TERBUKA DAN BEBAS !

Menuju Indonesia Bebas Penjajahan !!

Mungkin anda berpikir "Kalau gua iseng-iseng nyoba ngebajak software, sekali aja... gua nggak bakal ketagihan!". Tapi kenyataan membuktikan bahwa :
1. Sejak dulu sampai awal tahun 2007, menurut survey BSA (Business Software Alliance - Sebuah aliansi beberapa vendor software terkemuka di dunia, seperti Microsoft, Adobe), pengguna software bajakan di Indonesia masih sekitar 85%.
2. Akhir-akhir ini, Masyarakat Telematika Indonesia yang juga melakukan survey terhadap pembajakan software di Indonesia memperoleh hasil bahwa pengguna software bajakan di Indonesia masih sekitar 75%.
Fakta ini menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia dari dulu sampai sekarang masih terbiasa membajak software. Sebagian sudah 'insyaf', dengan membeli secara resmi software-software proprietary dengan harga mahal atau menggunakan Linux dan FOSS (Free/Open Source Software) yang harganya jauh lebih murah bahkan bisa didapat gratis.

Banyak pandangan masyarakat yang salah terhadap Linux. Itu dapat kita pahami karena kemungkinan besar mereka belum mengerti betul teknologi dan filosofi yang dibawa Linux.

1. Isu : Mempelajari Linux Sulit. Fakta : Mempelajari Linux dianggap sulit hanya bagi orang yang sudah terbiasa menggunakan satu sistem operasi dan dia tidak mau mempelajari sistem operasi lain. Linux akan lebih mudah dipelajari bagi orang yang sebelumnya belum mengenal sistem operasi lain. Jika istilah 'mudah' digunakan untuk menggambarkan pemakaian sistem operasi dengan interface grafis, maka Linux juga memiliki kemudahan ini. Linux membedakan definisi 'user friendly' dan 'eye candy'. Bagi Linux, user friendly berarti penggunaan yang bersahabat yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna. Di Linux, interface grafis (eye candy) merupakan salah satu pilihan penggunaan yang 'user friendly'. Celakanya, istilah 'user friendly' sudah lebih dulu didefinisikan sebagai interface grafis oleh pengguna sistem operasi proprietary.

2. Isu : Pecandu Linux akan menganggap semua gratis. Fakta : Pecandu Linux pasti mengerti arti 'free' dalam istilah 'free software'. 'Free' dalam istilah 'free software' berarti 'kebebasan, kemerdekaan' bukan 'gratis'. Kebebasan yang dimaksud juga bukannya tanpa aturan (nirlisensi) tapi justru aturannya yang membebaskan (lisensi free/open source software). Kebebasan ini juga membebaskan siapapun untuk menjual sebuah distribusi linux dan atau foss lainnya dengan gratis, murah ataupun mahal.

3. Isu : Linux memberi pengaruh buruk. Fakta : Linux justru memotivasi seseorang atau bangsa menjadi rajin belajar, mandiri dan merdeka. Linux tidak pernah memotivasi siapapun untuk membajak, dan ini berlaku bagi siapapun di negara maju, negara berkembang, atau pun negara terbelakang.

4. Isu : Pecandu Linux tidak menghargai Programmer. Fakta : Dari sisi programmer, seorang programmer akan merasa tidak dihargai jika merilis suatu program proprietary kemudian program tersebut dibajak. Lain ceritanya jika programmer tersebut merilis dengan lisensi FOSS, tentu dia akan senang sekali jika program yang dibuatnya digunakan dan diperbaiki oleh banyak orang. Kompesasi yang diharapkan oleh programmer FOSS tidak sempit hanya sekedar berupa materi. Kemajuan teknologi yang dapat dibangun dan dirasakan bersama adalah salah satu motivasi utamanya. Tambah lagi bahwa membuka ide program bagi programmer FOSS tidak akan menghabiskan ide di kepalanya. Tapi sebaliknya, ini malah memotivasi para programmer FOSS untuk dapat terus berinovasi. Kenapa programer proprietary menutup kode programmnya? Karena kalau kode programnya sudah diketahui orang lain dia tidak bisa membuat ide program baru, bukan?
Dari sisi pecandu, dengan penuh kebebasan para pecandu dapat menghargai dan berkontribusi dengan berbagai cara. membeli, menggunakan, mendistribusikan, memberi donasi, atau terlibat langsung dalam pengembangan.

5. Isu : Zat kernel membuat pusing. Fakta : Ini hal terbodoh jika dikatakan oleh orang yang mengerti sistem operasi. Kernel adalah inti dari sitem operasi yang menjadi pondasi komunikasi antara hardware dan user melalui aplikasi. Apapun sistem operasinya, Unix, Mac OS, Windows, GNU/Linux, BSD, Solaris pasti punya kernel. Tidak ada hubungan fisik langsung apapun yang dapat menyebabkan sebuah kernel dapat membuat pusing manusia.

6. Isu : Pecandu Linux kehilangan teman dan kehidupan sosial. Fakta : Isu ini sangat tidak berhubungan dengan objek yang dicandu-nya (apapun itu, misalkan motor bagi pecandu motor, coklat bagi pecandu coklat). Isu ini hanya bergantung kepada subjek pecandunya. Jadi, pecandu Windows Server juga bisa kehilangan teman dan kehidupan sosialnya jika terlalu lama mengurusi servernya.

7. Isu : Pecandu Linux fanatik terhadap aplikasi Firefox, Apache HTTP, MySQL, PHP dan anti terhadap aplikasi proprietary. Fakta : Aplikasi-aplikasi tersebut memang terbukti tangguh dibanding kompetitornya. Selain itu, mereka juga dapat berjalan di sistem operasi lain termasuk sistem operasi proprietary. Tambah lagi, selain harganya yang sangat murah dan malah bisa didapat gratis, aplikasi-aplikasi tersebut adalah aplikasi-aplikasi yang terbuka dan merdeka. Aplikasi selain aplikasi tersebut tentu masih jadi pilihan, tapi bagi pecandu Linux, tentu saja aplikasi selain FOSS bukan pilihan utama.

8. Isu : FOSS adalah tunggangan bagi kompetitor untuk menjatuhkan Microsoft. Fakta : Sebagian pecandu Linux (penganut paham Software Bebas FSF) memang menganggap proprietary software (termasuk produk yang dirilis Microsoft sebagai musuh/masalah), sebagian lagi (penganut paham Software Terbuka OSI) masih bisa berteman dengan produk proprietary. Yang terpenting dari hal ini adalah bahwa sudah seharusnya teknologi informasi dalam bentuk apapun tidak dimonopoli dan dikuasai oleh satu pihak saja. Kalaupun akhirnya gelombang Linux dan FOSS dapat menjatuhkan proprietary software, ini tidak akan menjadi kemenangan satu atau beberapa vendor Linux dan FOSS, tapi menjadi kemenangan (kemerdekaan) bersama. Dan tidak akan pernah ada satu atau beberapa pihakpun yang bisa memonopoli dan menguasai Linux dan FOSS. Tidak bagi Linus Trovalds sekalipun, tidak bagi Richard Stallman, tidak bagi Sun, tidak bagi IBM, atau siapapun.

9. Isu : Selebritis dibayar untuk menggunakan Linux. Fakta : Siapapun setelah memahami teknologi dan filosofi kebaikan yang dibawa Linux akan senang hati berkampanye dan beradvokasi tentang Linux, baik dibayar ataupun tidak.

10. Isu : Vendor Linux dan FOSS tidak percaya diri bergerak sendiri untuk menjatuhkan Microsoft. Fakta : Sampai saat ini Apache HTTP masih bergerak sendiri dan sudah menjatuhkan IIS dan PWS. MySQL sudah menjatuhkan MS SQL Server jauh hari sebelum MySQL diakuisisi oleh Sun.

11. Isu : Pengguna Linux menganggap pengguna non-Linux jauh lebih bodoh. Fakta : Pengguna Linux yang memahami konsep terbuka dan berbagi tidak pernah menganggap pengguna non-Linux bodoh. Justru para pengguna Linux saling membantu untuk memberikan pemahaman yang benar tentang apapun yang berkaitan dengan Linux dan FOSS.

Linux dan FOSS lainnya tidak memiliki efek buruk apapun bagi siapapun. Bahkan sebaliknya, Linux dapat memberi manfaat bagi siapapun yang terlibat di dalamnya.

Ciri-ciri pecandu Linux :
1. Mengambil manfaat dari Linux untuk menghasilkan 'produk' yang dapat dibagi bersama selain 'produk' yang dapat dimasukan ke dalam otak, perut dan dompet sendiri.
2. Suka film 'Antitrust', tapi lebih suka film 'Pirates of Sillicon Valley', 'Revolution OS' dan 'Elephants Dream'.
3. Memahami bahwa Microsoft telah memberikan dampak baik dan buruk bagi masyarakat dunia.
4. Anti-penjajahan dan menjunjung tinggi kemerdekaan dalam keteraturan.
5. Pada beberapa orang, lebih menyukai 'inner beauty' dibanding kecantikan palsu.

Tips menghindari penjajahan dan pembajakan software:
1. Gunakan aplikasi proprietary trial. Setelah masa waktu trial habis, jangan crack software-nya, uninstall saja.
2. Jangan pernah main ke toko-toko software bajakan.
3. Nggak usah belagu kebawa trend pake software proprietary baru yang padahal didapet dari bajakan dan nggak faham fungsionalitasnya.
4. Gunakan dana pembelian software proprietary untuk kebutuhan lain yang lebih penting dan lebih bermanfaat, misal untuk makan, pendidikan, pernikahan dan lain-lain.
5. Pastikan di setiap komputer di lingkungan anda berada sudah terinstal Linux dan atau FOSS lainnya.

Kisah mantan pecandu Windows Bajakan
"Nama gua Jack Sparrow (22 tahun), gua adalah mantan pecandu Windows bajakan. Sejak kecil gua rajin sembahyang dan ngaji dan bergaul sama temen-temen yang sholeh. Sampai suatu ketika, gua dapet pelajaran komputer waktu SMA. Yang dipelajari adalah Windows 98 dan Office 97. Gua seneng banget bisa belajar komputer. Karena gua suka banget, gua belajar sungguh-sungguh. Di kelas, gua selalu dapet nilai tertinggi untuk pelajaran komputer. Satu hal yang guru komputer gua nggak kasih tahu dan gua tahu sendiri dari browsing di internet adalah bahwa semua software yang gua pake belajar itu seharusnya dibeli resmi dan harganya ternyata nggak murah."

"Bokap gua ngedukung banget hobi komputer gua sampe-sampe gua dibeliin komputer rada canggih yang boleh ditaro di kamar gua sendiri. Komputer yang dibeliin bokap gua udah terinstal Windows 98 dan Office 97. Gua tahu softwarenya nggak asli, tapi tetep aja gua pake. Nggak lama setelah itu, dirilis Windows ME dan Office 2000. Gua mulai penasaran gimana rasanya rilisan barunya Microsoft itu. Pencarian akan software-software itu pun dimulai. Gua mulai tanya sana sini tentang gimana caranya dapetin software-software itu dengan harga murah. Seorang teman 'buruk' yang sudah berpengalaman di dunia komputer menunjukkan tempat jual software bajakan di dua ujung kota Jakarta. Gua pun bergegas pergi ke sana. Dan ternyata, gua dapet software yang gua mau dengan harga fantastis, murah abis.. Nggak cuma itu, gua pun dapet software-sotftware canggih lainnya lengkap dengan tools crack-nya yang harganya tetep murah juga."

"Dari situ lah gua mulai kecanduan. Gua mulai suka sendiri di kamar ngoprek-ngoprek software bajakan gua. Gua ngelupain bokap gua dan nasehatnya supaya gua jadi anak yang bener. Gua juga ngelupain nyokap gua dan nasehatnya supaya gua tetep jadi anak yang sholeh. Gua juga ngelupain kakak gua dan adek gua. Gua sangat menyukai komputer dengan software bajakan, dan ini tak terhentikan. Seminggu sebelum rilis Windows XP dan Office 2003, kedua software itu udah terinstal di komputer gua. Saat itu, tanpa perasaan bersalah sama sekali, gua sangat merasa bangga karena bisa pake software tercanggih lebih awal. Gua juga mulai kenal dengan kehidupan malam. Diam-diam setiap malam, gua pergi ke rumah temen-temen gua untuk menyebarkan software bajakan gua.

"Sampai akhirnya bokap nyokap gua curiga melihat kelakuan gua dan pada suatu hari mereka menggeledah kamar gua dan menemukan semua cd software bajakan gua dan komputer gua yang udah terinstal Windows dan ratusan aplikasi bajakan. Gua dimarahin abis-abisan. Bokap gua sampai ngamuk berat dan ngancurin semua koleksi software bajakan gua. Gua dibawa ke sebuah padepokan ketergantungan software bajakan di ujung Bogor. Awalnya gua ngerasa tersiksa banget, nggak betah karena digembleng dan dipaksa untuk nyobain Linux. Sampai gua faham sendiri tentang semua kebaikan yang dibawa Linux dan Software Bebas dan Terbuka lainnya. Linux juga dapat menyentuh sisi ruhani gua, sehingga gua sadar bahwa membajak adalah perbuatan kriminal dan berdosa. Linux adalah solusi yang cerdas, sehat, tangguh, aman, murah, terbuka dan merdeka bagi gua dan bagi siapapun."

"Hidup selalu dihadapkan pada pilihan, hanya bagi orang-orang yang berpikir, bernurani dan bermoral saja yang akan menjatuhkan pilihan pada yang terbaik. Sudah lama bangsa Indonesia terus terjajah dan sudah saatnya bulir-bulir kemerdekaan terus berkembang membajiri nusantara. Semoga Tuhan Memberkati Indonesia. Merdeka!!!"


--
Utian Ayuba